Perbuatan Tidak Menyenangkan Dari Cipta Art Sticker 2 di Kota Tangerang

0

BBO – Warga Kota Cilegon, Banten, Santoso (32) menerima perbuatan yang tidak menyenangkan dari tempat variasi mobil Cipta Art Sticker 2 yang berlokasi di Jl Veteran, Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Kronologi kejadian, tepatnya pada Sabtu 30 Oktober 2021, Santoso bersama keluarganya datang ke tempat variasi mobil Cipta Art Sticker 2 dengan menggunakan kendaraan Daihatsu Terios.

Kedatangan Santoso di tempat tersebut untuk membeli lampu mobil jenis LED.  Namun setelah terjadi kesepakatan, ternyata yang dipasang bukanlah jenis LED, melainkan lampu jenis bohlam halogen merk Osram H 11 12V.

“Saya tanya ke karyawan Cipta Art itu, lampu LED berapaan? Dijawablah Rp 300 ribu untuk yang satu warna, dan Rp 700 ribu yang tiga warna,” kata Santoso, seraya memastikan bahwa kesepakatan jual dan beli jatuh pada lampu LED Rp 300 ribu.

Namun, saat Santoso tak mengawasi proses pemasangan, beberapa menit kemudian karyawan Cipta Art 2 langsung mengatakan bahwa pemasangan sudah beres. Tapi yang dipasang bukanlah jenis LED seharga 300 ribu Rupiah, melainkan lampu jenis bohlam halogen merk Osram H 11 12V.

“Saat itu saya percaya yang dipasang jenis LED. Sehingga saya langsung pulang ke Cilegon. Tapi saat sampai di rumah saya baru sadar, jual beli tidak sesuai akad. Seharusnya karyawan Cipta Art 2 itu lebih dulu bilang, bahwa itu bukan LED. Karena kejujuran itu sangat penting,” ujar Santoso.

Cipta Art 2 Tidak Mau Pulangkan Uang Secara Utuh

Santoso yang mendapat perbuatan tidak menyenangkan tersebut, keesokannya langsung menelpon bos Cipta Art 2. Santoso menyampaikan keluhannya dan meminta keadilan.

Setelah ditelpon, bos pemilik Cipta Art 2 mengaku siap mengganti uang tersebut dengan cara menukarkan kembali lampu bohlan halogen Osram H 11 12V itu.

Santoso pun setuju, sehingga ia berangkat dari Cilegon menuju Kota Tangerang pada  Selasa 2 November 2021. Namun sesampainya disana, bos Cipta Art enggan mengembalikan uang 100 persen senilai Rp 300 ribu. Ia hanya mau mengembalikan Rp 130 ribu saja.

“Kalau memang keberatan, ya sudah uangnya saya pulangin. Tapi hanya Rp 130 ribu. Karena harga bohlamnya Rp 170 ribu,” kata Bos Cipta Art 2.

Diketahui, Santoso menolak uang yang hendak dikembalikan Rp 130 ribu itu karena menurut Santoso, kedatangannya untuk membeli lampu LED bukan lampu tersebut.

“Logikanya begini. Kita ngomong beli ikan teri, tetapi yang dikasih jenis ikan lain yang kita tidak suka. Pasti kita minta balikin barangnya dengan uang secara utuh. Tetapi ini tidak. Saya tidak rela dunia akhirat,” kata Santoso. (RK)

Tinggalkan komentar