Terus Berinovasi, Atasi Soal Sampah Indonesia Power Launching BBJP Pilot Plant di TPSA Bagendung

0

CILEGON, BBO – PT Indonesia Power menjadi salah satu perusahaan di Kota Cilegon yang terus melakukan inovasi dan menunjukkan komitmennya untuk membantu Pemerintah Kota Cilegon dalam pengelolaan sampah. Tumpukan sampah yang terjadi di TPSA Bagendung sangat besar bahkan hingga mencapai ratusan ton per harinya. Untuk itu Indonesia Power memiliki motivasi yang kuat untuk membantu pengolahan sampah hingga menjadi lebih baik.

PT Indonesia Power melakukan Grand Launching BBJP Pilot Plant di TPSA Bagendung bersama Pemerintah Kota Cilegon, hal itu sebagai langkah kongkrit dalam mengatasi masalah sampah.

Selain itu, PT Indonesia Power melakukan Penelitian dan pengembangan pengelolaan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) hasil olahan dari sampah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon untuk cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Ahsin Sidqi, selaku Direktur Utama PT Indonesia Power, mengatakan sebagai anak perusahan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero berperan penting di hulu sistem kelistrikan, Indonesia Power sangat berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan pengelolaan sampah untuk diolah menjadi bahan campuran batubara sebagai bahan bakar di PLTU.

“Dengan mengembangkan Pilot Plant Bahan Bakar Jumputan Padat ini kita dapat membantu target bauran EBT 23 persen pada tahun 2025 juga dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mencari solusi permasalahan sampah dan ini akan terus kami kembangkan juga di tempat lain seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya,” kata Ahsin Sidqi saat acara Grand Launching BBJP Pilot Plant di TPSA Bagendung, Rabu (1/12/2021).

Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi mengatakan, dalam key performance indicator korporat itu ada cofiring, artinya program tersebut harus dilaksanakan dengan baik. Pihaknya sebagai dewan komisaris ingin memastikan langsung ke lokasi yang kali ini bertempat di TPSA Bagendung.

“Selain berkontribusi terhadap target bauran EBT nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025 yang dicanangkan pemerintah, upaya pengelolaan sampah menjadi energi ini juga dinilai efektif untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Pada Pilot Plant BBJP di TPSA Bagendung ini sampah akan diolah menjadi biomassa substitusi batubara bahan bakar PLTU,” ujarnya.

Sementara itu,Walikota Cilegon Helldy Agustian, mengapresiasi kepada Indonesia Power dan PLN yang telah membantu memecahkan permasalahan sampah di Kota Cilegon. Helldy mengungkapkan, di TPSA Bagendung timbunan sampah terbilang besar yaitu mencapai 300 ton perharinya.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon sangat mengapresiasi langkah ini, juga kami mengucapkan terimakasih atas dukungan PLN dan Indonesia Power dalam mencari solusi bersama dalam mengatasi masalah sampah,” ucap Helldy.

Diketahui, melalui metode biodrying Indonesia Power telah melakukan riset terkait pengolahan sampah menjadi bahan bakar sejak tahun 2018.

Biodrying merupakan metode pengeringan dan penguapan sebagian kandungan sampah melalui panas yang dihasilkan dari proses aerob dan anaerob bakteri yang terus dikembangkan untuk mencari proses terbaik. beberapa pilot project terkait pengolahan sampah menjadi BBJP telah beberapa kali dilakukan hingga yang terkini di TPSA Bagendung, Kota Cilegon. (Red)

Tinggalkan komentar